Alat Berat Bongkar Rumah sekitar Stasiun, Warga ada yang Kaget

357
Alat berat mulai membongkar rumah yang berdiri di atas rel sebagai kelanjutan reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Sebuah alat berat terlihat tengah melakukan pembongkaran rumah berada di depan stasiun Garut yang akan direaktivasi oleh PT KAI.

Pembongkaran menggunakan alat berat itu bagi sebagian warga yang masih tinggal di sekitar lokasi stasiun cukup membuat kaget, karena berfikir proses pembongkaran akan dilakukan setelah lebaran.

Desi, 35, warga Pasar Mawar yang terkena dampak reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut, mengaku kaget dengan pembongkaran rumah hari ini menggunakan alat berat. Pasalnya, rumah yang saat ini masih ia tinggal belum dibereskan.

Meski demikian, Desi menyebut bahwa beberapa hari sebelumnya ia memang sudah menerima informasi pembongkaran tersebut.

“Tapi ya tetap aja kaget tiba-tiba ada rumah yang sedang dibonglar pake alat berat,” katanya.

Desi menyebut bahwa belum semua warga yang tinggal di sekitar stasiun dan tanah PT KAI membereskan atau bahkan mengosongkan bangunannya. Hal tersebut karena beberapa warga berfikir positif bahwa proses pembongkaran akan dilakukan setelah Idul Fitri.

“Memang sempat ada kabar pembongkaran setelah lebaran besok. Tapi ternyata beberapa hari kemarin kita dapat info kalau pembongkaran akan dilakukan hari ini. Padahal sebagian warga masih ada yang tinggal di tanah milik PT KAI,” ucapnya.

Sementara itu, Dede, 48, warga lainnya menyebut bahwa pembongkaran rumah di tanah milik PT KAI memang mendadak. Sebelumnya sendiri, proses pembongkaran akan dilakukan sebelum pemilu namun kemudian ditangguhkan.

“Pas mau pemilu sempat mau dibongkar, tapi karena ada bebebarapa wilayah yang jadi TPS, akhirnya pembongkaran diundur sampai selesai pemilu. Ternyata hari ini dan baru beberapa hari kemarin kita dapat infonya,” ucapnya.

Meski belum siap betul, Dede mengaku dirinya bersama warga lainnya tidak bisa berbuat banyak. Hal itu terjadi karena ia menyadari bahwa tanah yang ditinggali milik PT KAI.

“Ya namanya juga tinggal di atas tanah punya orang. Kapan pun mau dipake sama yang pumya ya harus siap angkat kaki,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here