Akses Alternatif ke TPA segera Rampung, Tapi Kendaraan Masih Kurang

126
Akses baru TPA Pasirbajing segera rampung, untuk mengurangi tumpukan sampah di perkotaan Garut. (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Tumpukan sampah di sejumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di wilayah perkotaan Garut mulai berkurang, seiring akses jalan di kawasan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Pasirbajing kembali normal. Jalur alternatif untuk pembuangan sampah pun segera rampung dan bisa dilalui.

“Alhamdulillah sekarang sampah di perkotaan sudah mulai karena akses jalan di TPA pun sudah kembali normal. Dari gerbang masuk TPA hingga ke atas sudah bisa dilalui dua kendaraan, sampah yang ada dibawah pun sudah di dorong ke atas. Zona perluasan pembuangan sampah pun sudah diperlebaer. Intinya pengangkutan sudah normal lagi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Asep Suparman.

Namun menurut Asep, yang menjadi permasalahan sekarang ini, yakni kekurangan kendaraan untuk mengangkut sampah.

Menurutnya, sejak 2016 pihaknya sudah mengajukan penambahan kendaraan baru tahun ini bisa teralisasi meski sampai sekarang kendaraan itu belum juga ada.

“Kami mengajukan 10 unit kendaraan tetapi hanya lima unit yang bisa direalisasi. Dan kendaraan itu pun sampai sekarang belum ada. Pak Bupati pernah bilang dalam anggaran perubahan akan menambah lagi lima di luar 10 unit kendaraan sampah untuk kecamatan,” ujarnya.

Asep menyebutkan, kendala kekurangan kendaraan sampah sudah terjadi sejak lama. Dan sekarang ini kendala bertambah dengan kondisi TPA Pasirbajing serta meningkatnya volume sampah.

“Di hari-hari biasanya volume sampah di Garut yang dibuang ke TPA bisa mencapai 100-200 ton per hari. Tapi belakangan ini di bulan ramadhan bisa mencapai 300-350 ton per harinya. Jadi Sekarang ini bisa saya sampaikan pengangkutan sudah kembali normal. Namun yang menjadi kendala yakni pada masalah kendaraannya saja,” ujarnya.

Asep mengatakan, jumlah kendaraan yang dimiliki DLH Garut sekitar 33 unit, dengan jumlah sopir sebanyak 50 orang.

“Kalau jumlah sopir saya kira sudah cukup, tapi kendaraan dari jumlah itu banyak yang ririwit karena kondisinya sudah banyak yang rusak. Makanya saat ini Garut butuh pisan tambahan kendaraan sampah secepatnya,” kata Asep.

Berdasarkan pantauan di lapangan, meski pengangkutan sudah normal namun tumpukan sampah masih terlihat disejumlah titik.

Bahkan, di Jalan Gatot Subroto, Karangpawitan, tumpukan sampah sudah mulai menimbulkan bau karena lama tak terangkut. (erf) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here