Ada 50 Titik Rawan Macet di Jawa Barat

125
Ribuan kendaraan terjebak kemacetan ketika arus mudik lebaran pada tahun lalu di Jalan Lingkar Gentong karena banyaknya volume kendaraan. (Dok. Jabar Ekspres)

RadarPriangan.com, BANDUNG – Persiapan mudik lebaran 2019 di jalur Jawa Barat sudah dilakukan pemetaan terhadap titik-titik yang biasanya menimbulkan kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Heri Antasari mengatakan, ada sekitar 50 titik rawan macet tersebar di Jawa Barat. Jumlah tersebut merupakan hasil pemetaan Dishub Jabar

’’Titik kemacetan diprediksi sampai 40 titik lebih, hampir 50 titik lah yang ada di Jabar,’’ katanya Heri ketika ditemui, kemarin. (21/5).

Menurutnya, titik krusial kemacetan ada di wilayah jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa barat. Ia mengatakan, terdapat 20 titik rawan macet yang diakibatkan aktivitas lokal seperti pasar tumpah.

”Di Pantura juga ada empat persimpangan yang sering macet,” tambahnya. Hal serupa juga terjadi di jalur tengah atau Bandung Raya. Selain aktivitas lokal, kemacetan diprediksi terpusat di wilayah Cileunyi, Nagrek, Limbangan, dan Malangbong.

Heri menjelaskan, kemacetan di wilayah Pantura bakal dapat atensi lebih besar. Sebab, berdasarkan survei Balitbang, dari 14,900 juta prediksi jumlah pemudik dari Jabodetabek tahun ini, 3,7 juta di antaranya akan masuk wilayah Jabar.

”Yang melewati tol Pantura 1,7 juta pemudik. Yang lewat (nontol) Pantura 1,2 juta pe­mudik, sisanya ada yang jalur tengah, jalur selatan total sekitar 500.000 lebih. Jadi atensinya di Pantura karena itu konsentrasi para pemudik, memang ada peningkatan 10 sampai 12%,” jelasnya.

”Di jalur tengah ada 20 dari sejak Puncak, Cianjur, Sukabumi, masuk ke Bandung, Nagrek, Limbangan, Malang­bong dan seterusnya,” tuturnya.

Hery juga memaparkan ar­mada mudik yang mencakup Bis, Kereta Api dan Pesawat, dipastikan kurang lebih 4.4000 Bis yang diindentifikasi siap di terminal-terminal Pro­vinsi Jawa Barat, ada juga Kereta Api berjumlah 164 Rangkain plus 58 Kapasitas Penumpang dipastikan ada 60.000 penumpang perhari, selanjutnya ada kesiapan pe­sawat ada 53 penerbangan berkapasitas 1.643 penumpang perhari. Namun menurut Hery kelaikan jalan bis masih ada mengalami permsalahan meskipun terlalu banyak.

“ Kelaikan Bis menurut Ke­menterian Perhubungan ada 37% diprediksi tidak laik jalan, laik jalannya kurang lebih 63%,” Jelasnya.

Hery juga menghimbaukan para pemudik untuk berhati, sebab menurut BMKG seharus­nya bula Juni itu musim kemaraun tetapi justru masih ada ekor musim hujan yang menyebab­kan beberapa bencana alam.

“Sebenarnya, rawan bencana hampir menyebar di seleuruh Jawa Barat sebab teknografi Jawa Barat berbeda dengan jawa Timur dan jawa Tengah , karakteristik tanahnya lebih labil, yang tergolong heavy terpusat di tengah dan selatan,” pungkas dia. (mg3/yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here