8 Warga Nigeria Diamankan Imigrasi saat Tinggal di Pangandaran

103
Delapan WNA asal Nigeria yang tinggal di Pangandaran diamankan Kantor Imigrasi Tasikmalaya karena tidak memiliki dokumen yang sah.

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Karena kedapatan tidak memiliki dokumen keimigrasian yang berlaku di Indonesia, delapam warga megara asing asal Nigeria diamankan petugas imirgasi di Kabupaten Pangandaran. Kepala Sub Seksi Pengawasan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya, menyebut kedelapan WNA ditemukan petugas di empat titik berbeda di Kabupaten Pangandaran.

“Awalnya kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan kami melakukan tindak lanjut atas laporan tersebut. Kita ke empat titik lokasi dan menemukan delapan WNA. Satu orang memiliki dokumen sedangkan tujuh lainnya tidak memiliki dokimen,” ujarnya, Kamis (12/9).

Sarial menyebut bahwa sebetulnya warga melaporkan ada sembilan orang WNA, namun pihaknya hanya berhasil mengamankan delapan orang saja. Saat diamankan, kedelapan WNA langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Tasikmalaya untuk diperiksa.

“Satu lagi kita akan telusuri. Kita juga koordinasi dengan warga agar bisa membawa ke kantor imigrasi jiga melihatnya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil keterangan dari para WNA, untuk tujuh orang yang tidak bisa menjukan dokumen tengah mengurus paspor dan visa melalui agen. Sedangkan dokumen milik satu WNA pun diketahui telah habis masa berlakunya.

“Kita akan koordinasi dengan kedutaan Nigeria untuk mengurua dokumen keimigrasian. Mereka masih kita terus periksa, tapi kemungkinan besarnya mereka akan kita deportasi,” ungkapnya.

Sarial menjelaskan, para WNA diketahui datang ke Indonesia untuk berjualan dan selama dua bulan mereka tinggal di Pangandaran. Sesekali para WNA tersebut pergi ke Jogjakarya dan Jakarta untuk membeli pakaian lalu diekspor ke negara asalnya.

Selain itu, tambahnya, selama proses pemeriksaan pun pihaknya berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional untuk mengantisipasi keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkoba.

“Sempatbditest urine, hasilnya negatif. BNN juga menyatakan kalau mereka ini bukan bagian dari jaringan narkotika,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here