70 Persen Lahan Pertanian di Selatan Kekeringan

66
Bupati Garut Rudy Gunawan

RadarPriangan.com, GARUT – Sebanyak 70 persen lahan pertanian di wilayah selatan Garut disebut Bupati Garut, Rudy Gunawan alami kekeringan. Kerusakan hutan yang terjadi di wilayah selatan Garut menjadi salah satu penyebab kekeringan tersebut.

“Air untuk rumah tangga masih cukup. Tapi air untuk lahan pertanian sudah kurang bahkan tidak ada,” ujar Rudy, Selasa (30/7).

Sungai-sungai yang menjadi sumber air mengairi sawah, lanjutnya, telah kering. Dari hasil peninjauannya, ada delapan kecamatan yang sudah mulai mengalami kekeringan

“Semua parah. Mulai dari Pameungpeuk, Cikelet, Cibalong, Cisompet, Mekarmukti, Bungbulang, Pakenjeng, dan Caringin,” katanya.

Ia menyebut, meski begitu warga di selatan mengaku telah terbiasa. Kebanyakan lahan pertanian merupakan tadah hujan. Namun irigasi dari sungai juga jadi salah satu sumber air.

“Sudah minim sumber mata air di gunungnya. Ada kerusakan hutan, jadi perlu ditanami lagi pepohonan,” ujarnya.

Pemkab pun akan membantu petani yang mengalami kekeringan. Mulai dari pompanisasi sampai pemberian bibit.

“Cuma untuk daerah yang sulit air, agak susah untuk pompanisasi. Tapi tetap diusahakan agar ada air ke lahan mereka,” katanya.

Rudy menuturkan, musim kemarau diprediksi akan terjadi hingga bulan Oktober. Selain untuk lahan pertanian, Pemkab juga rutin mengirimkan air bersih ke permukiman warga. “Kemari ke Cigedug kami sudah kirim air bersih. Beberapa kecamatan juga sudah minta. Sudah saya intruksikan PDAM agar mengirim air ke warga,” ucapnya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here