69 Perusuh Ditangkap Polisi, dan Amankan Amplop Berisi Uang

29
Sejumlah Massa menghindari tembakan gas air mata yang diluncurkan petugas pukul 02.30 WIB, di jalan KH. Wahud hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Polisi terpaksa meluncurkan gas air mata kearah massa karena aksi demo tak kunjung bubar dari waktu yang telah disediakan, hingga massa justru terlibat saling serang dengan pihak kepolisian. (Iwan Tri Wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Aparat kepolisian mengamankan 69 orang terduga pelaku kerusuhan sejak Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dini hari. Mereka diduga provokator kerusuhan yang mengakibatkan situasi tidak kondusif di wilayah DKI Jakarta sejak Selasa (21/5) malam.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal menyatakan, semula pihaknya mengamankan 58 orang dari peristiwa kerusuhan yang sempat terjadi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Dari insiden tersebut (kerusuhan di depan kantor Bawaslu) wilayah hukum Polda Metro Jaya mengamankan 58 orang,” kata Iqbal di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Mantan wakapolda Jawa Timur itu menjelaskan, ada sekelompok massa yang datang pada Selasa malam (21/5), sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka mencoba menerobos barikade aparat keamanan yang tengah berjaga di depan kantor Bawaslu. Aparat tersebut terdiri atas Polri dan TNI.

Karena sudah larut malam dan melebihi batas penyampaian pendapat, kemudian personel keamanan mencoba membubarkan massa tersebut. Namun mereka melakukan aksi anarkistis hingga melemparkan batu dan petasan kepada personel TNI-Polri.

“Sesuai SOP tidak boleh ada massa aksi yang larut malam. Namun massa tersebut kami dorong ke Jalan Sabang, Jalan Wahid Hasyim. Mereka bukan kooperatif, tapi malah melempar batu, molotov, petasan berukuran besar ke arah petugas,” ucap terang eks kapolrestabes Surabaya itu.

Gerombolan massa tersebut berhasil direlai oleh petugas sekitar pukul 02.45. Namun, sekitar pukul 03.00 datang lagi segerombolan massa lainnya dari arah Jalan KS Tubun. Jumlahnya diperkirakan berkisar 200 orang.

Massa tersebut dipukul mundur oleh aparat keamanan. Saat itu mereka malah melakukan pengerusakan di sekitar wilayah asrama Brimob. Alhasil sejumlah mobil yang terparkir dirusak dan dibakar massa.

Setelah dilakukan tindakan tegas, anggota Polri akhirnya berhasil mengamankan 11 orang dari kerusuhan massa yang terjadi di Jalan KS Tubun dan asrama Brimob. “Kami mengamankan 11 orang yang diduga provokator,” tegas Iqbal.

Iqbal menegaskan, selain mengamankan massa, pihaknya juga menemukan amplop-amplop berisi uang dan ambulans berisi batu. Polri menduga kerusuhan tersebut terjadi secara terencana. “Uangnya masih ada. Sedang kami sita, sedang kita dalami, dugaan sementara mayoritas massa tersebut dari luar Jakarta,” tukasnya. (jpc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here