55 Pangawas Pemilu Meninggal karena Kelelahan

134
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin‎ mengatakan, sampai dengan saat ini total 55 Panwaslu yang meninggal dunia. (jpc)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Selain 230 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya mengawal Pemilu 2019, ternyata banyak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) juga yang mengalami hal sama.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin‎ mengatakan, sampai dengan saat ini total 55 Panwaslu yang meninggal dunia. Dari laporan yang ia peroleh, mayoritas meninggal karena kelelahan.

“Sampai hari ini sudah 55. Ini juga hal lain yang sebenarnya kami sedih,” ujar Afif di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (26/4).

Afif menyebut petugas Panwaslu yang bertugas sampai meninggal pantas disebut dengan pejuang demokrasi. Sehingga dia berharap ke depan jangan ada lagi petugas yang meninggal dalam mengawal Pemilu serentak 2019 ini.

“Kami mendoakan mereka sambil untuk melanjutkan tugas mereka. Misalnya rekapitulasi ini sampe tingkat nasional kami jaga. Itu bentuk penghargaan terbaik untuk pahlawan demokrasi,” katanya.

Bawaslu juga saat ini sedang menjalin komunikasi dengan pemerintah. Hal ini dilakukan supaya 55 Panwaslu ‎yang meninggal dunia bisa mendapatkan santunan.

“Sekarang sedang ada pembicaraan dengan kementerian yang sifatnya resmi dari negara. Nanti juga di semua jajaran kami, akan menjalankan yang sifatnya charity,” ungkapnya.

Sebelumnya, ‎Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan sampai saat ini Jumat (26/4) data yang ia peroleh petugas KPPS yang meninggal totalnya sudah 230 orang. Kemudian sakit angkanya sudah mencapai ribuan.

“Update data 26 Apri 2019, pukul 12.00 WIB wafat 230, sakit 1.671 orang, sehingga total 1.901 petugas KPPS,” ujar Viryan.

Sehingga Viryan Aziz berharap dengan adanya kasus petugas KPPS yang meninggal dunia, tidak ada lagi pemilu yang dilakuan secara serentak.

“Pemilu serentak dengan lima kotak suara cukup sekali saja. Jangan lagi dilaksanakan,” ujar Viryan. (jpc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here