3 WNA Nigeria Ditangkap Imigrasi Tasikmalaya

116
Petugas Imigrasi Tasikmalaya memeriksa warga negara asing asal Nigeria, Selasa (13/08). (Dok Imigrasi)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Dua dari tiga orang WNA (warga negara asing) asal Nigeria ditangkap petugas imigrasi di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Mereka ditangkap karena melebihi batas izin tinggal di Indonesia.

Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tasikmalaya, Agustinus Wahyudi Indrayono menyebuy bahwa awalnya pihaknya menerima laporan dari masyarakat Bungursari tentang adanya tiga WNA di wilayahnya.

“Kita langsung mengecek ke lokasi yang dilaporkan, tepatnya di salah satu kontrakan di Kecamatan Bungursari. Saat kita datangi mereka melarikan diri,” ujarnya, Selasa (13/8).

Saat melakukan upaya penangkapan, pihaknya berhasil mengamankan dua dari tiga orang WNA asal Nigeria tersebut. Pihaknya pun hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap satu orang WNA yang melarikan diri itu.

Agustinus mengungkapkan bahwa dua orang WNA yang berhasil diamankan bernama Simeon dan Michael. “Keduanya merupakan WNA asal Nigeria,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari WNA yang diamankan dan saksi, Michael diketahui sudah menikah siri empat tahun dan tinggal di Jakarta. Namun karena istrinya memiliki saudara yang tinggal di Kota Tasikmalaya, mereka tinggal sementara di sana.

“Kalau Simeon baru datang beberapa hari ke belakang. Para WNA itu datang dengan menggunakan visa kunjungan. Karena izin tinggalnya telah habis, para WNA itu mencoba menghindar ketika akan diperiksa oleh petugas. Dan setelah dilakukan pemeriksaan, memang kedua WNA itu melanggar aturan keimigrasian Indonesia,” ungkapnya.

Untuk Michael, jelas Agustinus, diduga melanggar Pasal 78 ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian lantaran izin tinggalnya telah berakhir dan masih berada di Indonesia melebihi batas waktu 60 hari. Sementara Simeon dikenakan Pasal 71 huruf b karena tidak memiliki dokumen keimigrasian.

Wahyudin mengatakan, para WNA itu akan dideportasi ke negara asalnya. Selain itu, pihak imigrasi juga akan melakukan penangkalan kepada dua WNA itu dalam jangka waktu tertentu.

“Kita sudah berkomunikasi dengan pihak kedutaan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa para WNA yang diamankan awalnya membuka usaha di Indonesia berupa mengekspor pakaian dari Indonesia untuk dijual ke negara asalnya. Namun beberapa tahun kebelakang usaha mereka mengalami kemuduran sehingga tidak memiliki uang untuk mengurus izin.

Michael sendiri diketahui sudah fasih berbahasa Indonesia karena sudah sering datang sejak 2014 mengikuti kakaknya. Empat tahun lalu ia bertemu warga Indonesia dan memutuskan untuk menikah.

Setelah itu, Michael bersama kakaknya kemudian membuka usaha mengekspor tas dan pakaian untuk dijual di Nigeria. “Bisnisnya baik, tapi uang datangnya lama,” ungkapnya.

Bisnisnya sendiri kemudia mengalami kemuduran saat kakaknya meninggal dunia dan ia harys mengeluarkan biaya besar untuk mengirim jenazahnya ke Nigeria. Selain itu, kondisi tersebut diperparah dengan kondisi iklim bisnis di Nigeria yang mengalami kemunduran sehingga ia pun merugi.

“Saya pasrah saja kalau dideportasi, tapi saya akan kembali ke Indonesia. Saya ada keluarga juga (di Indonesia). Harus balik lagi karena istri sudah nangis-nangis juga kemarin,” katanya. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here