254 Anggota Dewan Jadi Tersangka Korupsi

271

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat para anggota dewan di pusat maupun di daerah sepanjang tahun 2014 hingga 2019, sebanyak 254 wakil rakyat itu menjadi tersangka dalam kasus korupsi. Dari jumlah itu, 22 orang merupakan anggota DPR RI.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiaman mengatakan, perwakilan rakyat itu mentalnya memang untuk ‘merampok’ uang negara.

“Semata-mata orangnya serakah karena senyatanya sudah dapat gaji tinggi dari negara,” ujar Boyamin kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (7/4).

Padahal gaji sudah cukup besar. Seharusnya dengan gaji yang lebih dari cukup itu anggota dewan bekerja dengan benar dan menyuarakan kepentingan rakyat secara maksimal.

“Aku dulu waktu anggota DPRD Surakarta tahun 1997-1999 dengan gaji kecil nyatanya tidak korupsi kok. Skarang gaji tinggi kok masih korupsi maka sangat jelas semata-mata serakah,” ucap dia.

Dia pesimistis kasus korupsi di anggota dewan akan hilang, jika pemerintah serius memberantas ‘tikus-tikus’ uang negara itu dengan mengganjar hukuman dengan maksimal, bahkan bila perlu dihukum mati agar ada efek jera bagi yang lainnya.

“Hukumannya harus maksimal, jangan lihat jumlah yang dikorupsinya, tapi mental korupsinya yang harus dihilangkan,” tegasnya.

Menurut dia, mental korupsi tersebut tidak lepas dari lemahanya pengawasan internal partai politik dalam menyeleksi para calon legislatifnya yang dimamukan dalam pertarungan Pileg.

“Pengawasan parpol penting. Tapi Parpol juga gak boleh membebani anggota DPR dengan biaya iuran yang sangat tinggi,” ujar dia.

Sementara itu, peneliti bidang korupsi politik ICW, Almas Sjahrina merinci ada 22 anggota DPR RI menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di antaranya, Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Untuk anggota dewan di daerah, ada 232 anggota DPRD menjadi tersangka. Jika dijumlahkan anggota dewan yang menjadi tersangka korupsi sebanyak 254 orang.

“Terbanyak dari Partai Golkar yakni 8 orang, Partai PAN dan Demokrat ada 3 anggotanya menjadi tersangka, PDI Perjuangan dan Hanura ada 2 orang menjadi tersangka di KPK. Selanjutnya PPP, PKS, PKB dan Nasdem masing-masing 1 orang menjadi tersangka korupsi. Sedangkan Partai Gerindra di level nasional tidak kami temukan jadi tersangka kasus korupsi,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta masyarakat untuk tidak memilih calon yang pernah terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi.

“Kalau bekas koruptor jangan dipilih, bukan koruptor, tidak bohong, tidak janji doang,” katanya di Jakarta.

Dia berpesan untuk memlilih calon pemimpin dan calon wakil rakyat yang jujur dan bersih dari tersangkut korupsi. (ian/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here