20 Bank Sampah Tidak Berfungsi

88
Sebanyak 20 bank sampah yang ada di Garut tidak berfungsi.

RadarPriangan.com, GARUT – Upaya penanganan masalah sampah di Kabupaten Garut nampaknya perlu peranan dari banyak pihak. Tidak hanya pemerintah, melainkan seluruh komponen masyarakat yang ada.

Demikian diungkapkan Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Guriansyah, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (11/6).

Menurutnya, sampai saat ini sebagian upaya pengelolaan sampah dengan pengadaan bank sampah di Garut kurang berjalan efektif. Penyebabnya, banyak bank sampah yang sudah dibuat ternyata tidak berjalan lama.

“Dari 26 bank sampah, yang berjalan sekitar 5 atau 6 bank sampah (sekitar 20 bank sampah tidak berfungsi, red). Yang masih aktif di antaranya di Karangpawitan,” kata Guriansyah.

Guriansyah mengatakan, banyaknya Bank Sampah yang tidak bekerja dikarenakan alasan klasik, yakni terkendalanya biaya operasional.

“Biaya jadi kendala, padahal dari awal bisnis pengelola sampah belum bisa dikatakan usaha ekonomi, belum menjanjikan, harus ada subsidi silang baik itu dari pemerintah atau masyarakat. Pada saat kembang kempis masyarakat kesannya membiarkan, pas bagus pada merongrong,” katanya.

Untuk mengaktifkan bank sampah di Garut, pihaknya berharap pemerintah desa bisa membantu dalam upaya pengelolaan sampah.

“Harus ada subsidi silang apa dari desa atau iuran warga. Tinggal nanti pelayanannya seperti apa bagi masyarakat harus diatur kembali,” pungkasnya. (erf)

Bank Sampah Tidak Berfungsi
RadarPriangan.com, GARUT – Upaya penanganan masalah sampah di Kabupaten Garut nampaknya perlu peranan dari banyak pihak. Tidak hanya pemerintah, melainkan seluruh komponen masyarakat yang ada.

Demikian diungkapkan Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Guriansyah, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (11/6).

Menurutnya, sampai saat ini sebagian upaya pengelolaan sampah dengan pengadaan bank sampah di Garut kurang berjalan efektif. Penyebabnya, banyak bank sampah yang sudah dibuat ternyata tidak berjalan lama.

“Dari 26 bank sampah, yang berjalan sekitar 5 atau 6 bank sampah (sekitar 20 bank sampah tidak berfungsi, red). Yang masih aktif di antaranya di Karangpawitan,” kata Guriansyah.

Guriansyah mengatakan, banyaknya Bank Sampah yang tidak bekerja dikarenakan alasan klasik, yakni terkendalanya biaya operasional.

“Biaya jadi kendala, padahal dari awal bisnis pengelola sampah belum bisa dikatakan usaha ekonomi, belum menjanjikan, harus ada subsidi silang baik itu dari pemerintah atau masyarakat. Pada saat kembang kempis masyarakat kesannya membiarkan, pas bagus pada merongrong,” katanya.

Untuk mengaktifkan bank sampah di Garut, pihaknya berharap pemerintah desa bisa membantu dalam upaya pengelolaan sampah.

“Harus ada subsidi silang apa dari desa atau iuran warga. Tinggal nanti pelayanannya seperti apa bagi masyarakat harus diatur kembali,” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here