1962 Mahasiswa Baru Uniga Ikuti PKKMB

38

GARUT – Sejumlah 1962 mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 yang diterima di Universitas Garut ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), kemarin (19/9).

Mahasiswa yang terbagi di 8 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana itu diberikan pembekalan untuk memaksimalkan diri ketika belajar di Universitas Garut kedepan. Senat Terbuka dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, staf ahli Bupati Garut H. Mahmud, perwakilan dari Kodim 0611 Garut, beserta para tamu undangan lainnya.

“Ini untuk mengenalkan kampus ke mahasiswa baru, karena ada suatu perubahan strategis bagi mereka dari status pelajar menjadi mahasiswa, ini harus kita kenalkan supaya tidak terjadi keterkejutan budaya (cultur shock) dan kita mulai dari mereka diwajibkan untuk ikut bela negara, hal itu untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab pada diri sendiri,” kata Rektor Universitas Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng.

Pihaknya berharap, mahasiswa Uniga bisa menerapkan konsep pribadi yang mandiri, disiplin, kerjakeras, sungguh-sungguh, pantang menyerah, tidak gampang mengeluh. Untuk mewujudkan itu, Syakur mengatakan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Batalyon 303/SSM Cibuluh.

“PKKMB dibagi tiga hari, untuk hari pertama pengenalan kampus, kedua fakultas dan ketiga program studi,” katanya.

Syakur menegaskan, institusi dan mahasiswa Universitas Garut menjadi bagian dari bangsa Indonesia, sehingga ia menekan snagkan seluruh pihak yang berada di naungan Uniga bisa berkontribusi dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-undang 1945.

“Kita bagian dari bangsa Indonesia sehingga kita dituntut untuk berkontribusi dalam menjaga NKRI. Makanya kita berikan pembekalan, diantaranya dari Kapolres dan Dandim,” katanya.

Terpisah, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan, peran mahasiswa sangat penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia. Dengan begitu, pihaknya menekan agar para mahasiswa bisa ikut serta dalam menjaga NKRI.

“Calon-calon generasi muda ini (mahasiswa baru Uniga, red) harus dari awal kita berikan masukan mengenai tugas dan tanggung jawab nya, karena ini menjadi bibit-bibit sebagai penerus bangsa. Apalagi fenomena tantangan kedepan lebih kompleks, seperti pornografi, teroris harus sedini mungkin dilakukan pencegahan mulai dari sekolah maupun kampus,” katanya.

Budi memberi apresiasi terhadap Universitas Garut yang telah mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti program bela negara. Dengan begitu, ia meyakini upaya tersebut bisa mencegah masuknya doktrin radikalisme maupun pengaruh negatif lainnya terhadap kalangan muda, termasuk mahasiswa.

“Karena hampir rata-rata kelompok-kelompok yang mudah didoktrin itu generasi muda. Makanya pembekalan bela negara termasuk PKKMB menjadi hal penting, kita juga berikan apresiasi khsusunya Universitas Garut dan juga Rektornya (karena telah mewajibkan mahasiswanya ikut bela negara, red),” pungkasnya. (erf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here