150 Hektar Lahan Pertanian di Cibiuk Kaler Kering

66
Kekeringan terjadi di lahan pertanian di Cibiuk Kaler. (ist)

RadarPriangan.com, GARUT – Sejumlah petani di Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk terdampak kekeringan. Para petani mengeluhkan musim kemarau yang menyebabkan lahan pertanian menjadi tidak bisa digunakan bertani sejak tiga bulan terakhir.

“Ada 150 hektar sawah dilanda kekeringan akibat kemarau,” kata Kepala Desa Cibiuk Kaler Enggis Erawan kepada wartawan di Garut.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat Desa Cibiuk Kaler profesinya sebagai petani dengan garapannya lahan pesawahan.

Tetapi kata Enggis, dampak kemarau yang berlangsung lama, lahan pertanian garapan petani di Desa Cibiuk Kaler sudah keras mengering tidak bisa bercocok tanam karena tidak ada pasokan air.

“Lahan pertanian di desa kami ini mengandalkan air hujan, sementara aliran air dari Bendungan Copong belum ada,” katanya.

Lanjutnya, hasil laporan sementara lahan pertanian yang dilanda kekeringan seluas 150 hektar, dari luas lahan di Desa Cibiuk Kaler sekitar 200 hektar.

Enggis mengatakan, sebagian kecil lahan pertanian masih bisa dimanfaatkan untuk bertani, hal itu lantaran lahan tersebut dekat dengan sumber air dari aliran Sungai Cimanuk.

“Akibat kemarau ini masyarakat petani sangat rugi, seharusnya sekarang ini panen tapi karena kekeringan jadi rugi,” katanya.

Kondisi lahan pesawahan di desa tersebut nampak kering dan retak-retak. Bahkan banyak tanaman padi yang mengering, meski sudah memasuki usia panen tetapi tidak tumbuh banyak bulir padi. (erf) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here