Petugas Pemilu yang Gugur di Tasikmalaya Bertambah

116
Ilustrasi: FIN

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Jumlah petugas yang mengawal jalannnya Pemilihan Umum (Pemilu) di Tasikmalaya bertambah. Seorang petugas perlindungan masyarakat (linmas) Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia pada Rabu (23/4).

Petugas tersebut bernama Endang (55) meninggal setelah beberapa hari mengawal pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) 17, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Salah seorang anak korban, Ayi (26) mengatakan, ayahnya itu kelelahan akibat berhari-hari menjaga TPS dan mengawal surat suara.

“Tiga hari lebih bapak jaga TPS. Dari sebelum coblos udah jaga. Abis jaga TPS kecapeaan,” kata dia saat ditemui wartawan rumahnya. 

Ia mengatakan, baru pada Minggu (21/4) ayahnya selesai bertugas. Pada Senin (22/4) ayahnya itu seharian beristirahat di rumah untuk memulihkan keadaan. Sebelum meninggal, ayahnya sempat berjualan bubur seperti biasa di dekat rumah namun saat tengah berjualan tiba-tiba pingsan.

Pihak keeluarga sendiri sempat membawa ke klinik di Universitas Siliwangi (Unsil) sebelum dirujuk ke RSUD Kota Tasikmalaya. Namun, nyawa Endang tak bisa diselamatkan.

“Meninggal di RSUD,” kata dia. 

Menurut Ayi, menjelang hari pemungutan suara ayahnya memang  sibuk bekerja. Bahkan, ayahnya kadang hanya pulang untuk makan tanpa melepas seragamnya. Ia pun kaget ayahnya meninggal tanpa adanya tanda-tanda, padahal biasanya almarhum selalu aktif dan tak memiliki riwayat penyakit.

Lurah Kahuripan Asep Risliadi mengatakan, almarhum merupakan salah satu petugas linmas yang aktif. Bukan hanya di kelurahan, Endang juga aktif di lingkungannya.

Menurut dia, saat dirinya melakukan pemantauan beberapa hari yang lalu, Endang masih sibuk melakukan pengawasan kertas suara. Bahkan, ia tetap menjaga hingga surat suara dipindakhan dari TPS ke kelurahan.

Ia menduga aktivitas tiada henti itulah yang membuat dirinya kelelahan. “Ketika surat suara di kelurahan dia masih jaga sampai ada petugas PPK datang. Mungkin kelelahannya tida dirasakan saat bertugas,” kata dia.

Asep mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memang menerjunkan linmas untuk membantu keamanan pada saat pemungutan suara. Di Kecamatan Tawang sendiri, setidaknya ada 120 anggota linmas yang diterjunkan untuk mengawal Pemilu.

Ia pun mengaku sangat kehilangan sosok Endang yang dikenal rajin. Menurut dia, pihak kelurahan akan berusaha memberikan santunan kepada keluarga korban.

“Insya allah kita akan memberikan santunan, meskipun tidak besar. Kita juga akan mengajukan ke Satpol PP supaya diberikan santunan,” kata dia.

Dengan meninggalnya Endang, hingga saat ini ada lima korban Pemilu di Tasikmalaya. Sebanyak tiga orang merupakan ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Tasikmalaya, seorang pengawas TPS di Kota Tasikmalaya, dan Endang, meninggal setelah kelelahan menylenggarakan Pemilu serentak dengan lima jenis kotak suara. (igo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here